Setelah membaca beberapa artikel, press release, sejarah perusahaan, dan katalog PRO-Keds terbaru, gw menyadari satu hal: PRO-Keds saat ini cuma punya dua siluet sepatu, yaitu Lo Top dan Hi Top. Mereka juga cuma punya dua type produk: Classic dan Contemporary. Ada dua cara untuk melihat hal ini, PRO-Keds tidak punya keinginan atau resource yang cukup untuk menciptakan siluet lain dan ikut bermain dalam segmen yang digeluti kompetitornya, atau PRO-Keds begitu percaya diri dengan dua siluet andalannya sehingga mereka merasa tidak membutuhkan model lain?
Gw berbaik sangka dan memilih kemungkinan kedua (mumpung masih dalam semangat Ramadhan, plus ini artikel didukung PRO-Keds Indonesia, masa gw jelek-jelekin?). Tambah lagi, rasanya menyegarkan melihat ada satu brand yang konsisten dan gak ikut-ikutan merek lainnya. Gak ujug-ujug knit; gak ujug-ujug boost; gak ujug-ujug Kanye. Wasainye..
Oke, sekarang mari kita bahas dulu kedua tipe produk PRO-Keds. Perusahaan yang berdiri tahun 1949 ini membagi rilisannya ke dalam dua kategori: Classic dan Contemporary. Rilisan tipe Classic menggunakan material yang umum mereka pakai seperti kanvas, suede, dan nilon, sementara Contemporary menggunakan material yang premium, mewah, dan berteknologi tinggi. Selain penggunaan material, kedua tipe PRO-Keds ini juga berbeda dalam hal penulisan logo, warna Powerstripes (dua garis melintang di bagian foxing sepatu), material insole, penggunaan warna di heel tab, dan warna kotak sepatunya. Kedengarannya banyak, tapi kalau diperhatikan dengan saksama, semuanya berpusat pada penggunaan warna, material, dan nuansa premium. As simple as that.


